Semangat Majus di Era Modern

photorealistic-portrait-parent-child-spending-time-together

Semangat Majus di Era Modern

Hari Raya Penampakan Tuhan
Matius 2:1-12

Sabda Tuhan hari ini mengundang kita untuk merenungkan dua ciri manusia dalam menyambut kedatangan Tuhan. Orang Majus menyambutnya dengan penuh antusias bahkan menurut penelitian orang Majus berjalan sekitar 1.600-3.200 km untuk berjumpa dengan bayi Yesus. Betapa banyak tenaga dan waktu yang mereka keluarkan demi menyambut Sang Juru Selamat. Berbeda dengan Herodes, ia menyambut Tuhan dengan kegelisahan dan kekhawatiran. Kisah di atas mengajak kita untuk merenungkan tentang bagaimana kita selama ini menyambut Tuhan yang datang. Mungkin ada yang masih terbelenggu oleh kekhawatiran, ketakutan, kesombongan, atau perasaan negatif yang lain. Hari Raya Penampakan Tuhan mengajak kita untuk menjadikan Tuhan yang utama.

Diri yang mengutamakan Tuhan adalah soal pemberian diri. Seperti orang Majus, mereka melakukan pemberian diri itu dengan mengorbankan tenaga dan waktu. Apabila kita renungkan semangat orang Majus di zaman ini, pemberian diri bisa kita lakukan dengan bersikap ramah, berbuat baik kepada sesama, dan rendah hati. Bersikap ramah seperti halnya orang Majus yang dengan ramah menyambut Yesus, berbuat baik dengan membawa persembahan kepada Tuhan sebagai lambang cinta mereka, rendah hati agar bisa mendengarkan bimbingan Roh Kudus melalui tanda dan para malaikat-Nya. 

Zaman modern saat ini menawarkan aneka budaya baru yang perlu kita sikapi dengan hati-hati. Banyak orang lebih tertarik melihat layar HP daripada sesamanya. Kegiatan berkumpul bersama keluarga terkadang diisi dengan keheningan tetapi ramai di media sosial, video game, dan aplikasi lainnya. Berangkat dari permenungan hari ini, mari kita beranjak untuk lebih peduli kepada orang-orang di sekitar dengan bersikap ramah lewat perbuatan baik dan tutur kata yang membangun daripada menghakimi. 

Kita diminta untuk belajar menjadi sahabat bagi siapapun sebagaimana Tuhan yang hadir. Kita juga percaya bahwa Tuhan selalu memberikan pertolongan tepat pada waktunya. Dengan rendah hati kita hidup sebagai orang Kristiani, agar kesombongan tidak menutup mata hati kita untuk melihat rancangan kasih Tuhan bagi umat manusia.

Category: