
Kesatuan yang menguduskan
Hari Biasa Pekan Paskah VII
Yohanes 17:11b-19
Sebelum Yesus meninggalkan para Murid-Nya, Yesus berdoa kepada Bapa supaya Bapa senantiasa memelihara mereka, sebagaimana yang dilakukan Yesus ketika bersama-sama dengan para murid-Nya. Dalam doa-Nya, Yesus menceritakan kebersamaan-Nya bersama dengan para murid. Yesus mengenal para murid dan memperkenalkan para murid; tentang situasi yang akan dihadapi para murid-Nya. Yesus memberikan ”pertanggungjawaban” kepada Bapa; Yesus memelihara para murid, Yesus menjaga mereka (Yoh 17:12) dan mewartakan Firman Bapa (Yoh 17:13).
Tuhan Yesus tahu situasi apa yang akan dihadapi para murid ketika Ia tidak lagi bersama dengan mereka. Tuhan Yesus sudah mengenal mereka tidak hanya dari tampilan fisik atau pun sikap dan sifat mereka. Yesus mengenal para murid lebih dalam. Yesus mengenal kelemahan dan kerapuhan para murid. Oleh karena itu, Yesus memohon kepada Bapa agar senatiasa memelihara para Murid, serta melindungi mereka dari yang jahat, seperti yang telah dilakukan oleh Yesus ketika bersama-sama dengan mereka.
St. Vinsensius mencoba dan belajar terus-menerus, kebutuhan dan situasi umat yang dia layani, lalu dengan sigap dan cekatan dia dengan iman yang teguh atau yang seringkali disebut percaya pada penyelenggara Ilahi Allah, Vinsensius selalu memberi perhatian kepada umat yang dilayaninya. Sungguh Vinsensius menjadi teladan yang sungguh sungguh mencintai orang miskin. Cintanya kepada Yesus ditunjukkannya kepada orang miskin.
Saudara-saudari yang terkasih, Injil menggambarkan begitu besar cinta-Nya kepada murid-Nya. Yesus tidak ingin manusia sendirian untuk menghadapi masalah. Yesus merasa khawatir ketika manusia berjalan sendiri tanpa ada pendampingan. Maka dari itu, Yesus berdoa kepada Bapa agar ketika Dia tidak lagi di dunia, Bapa senantiasa melindungi kita, manusia. Lantas bagaimana dengan kita?