Melihat Yesus dengan Iman dan Kasih Karunia

concept of religion. Silhouette of a man praying with a cross in hand at sunrise.

Melihat Yesus dengan
Iman dan Kasih Karunia

Peringatan St. Fransiskus dari Asisi
Lukas 10:17-24

Bayangkan melihat Yesus secara langsung. Seperti apa itu? Bagaimana rasanya melihat-Nya, mendengarkan-Nya berkhotbah, menyaksikan mukjizat-mukjizat-Nya dan menghabiskan waktu duduk bersama-Nya dengan tenang? Pengalaman bersama-Nya sewaktu Dia berada di dunia akan ditentukan oleh kedalaman penglihatan batin yang kita miliki. Ada banyak orang yang melihat Yesus tetapi menolak-Nya, dan bahkan membunuh-Nya. Jelas mereka tidak memiliki mata iman batin untuk melihat Dia apa adanya. Yang lain meninggalkan segalanya untuk mengikuti-Nya. Jelas mereka memahami Siapa Dia di dalam jiwa ilahi-Nya melalui karunia iman.


Yesus menyatakan mata murid-murid diberkati karena melihat-Nya. Namun, jika Dia berbicara kepada kita hari ini, Dia akan menyatakan kita diberkati dua kali lipat. Kita tidak melihat-Nya dalam bentuk fisik, berjalan di bumi. Tetapi kita dapat melihat-Nya dengan cara yang bahkan tidak dialami Simeon dalam hidup-Nya. Simeon melihat Juruselamat Dunia dengan matanya, hadir dalam bentuk manusia. Tetapi hari ini, kita dapat melihat-Nya dengan cara yang lebih mendalam. Dengan iman dan kasih karunia, kita dapat melihat ke dalam jiwa kita sendiri dan menemukan kehadiran sejati Tuhan yang hidup di dalam kita. Seperti yang Yesus ungkapkan di atas, bahwa kita adalah pribadi yang diberkati untuk melihat-Nya dalam iman dan kasih karunia Tuhan.

Category: