Kecepatan Cinta: Mencari Kristus dalam Ketulusan

pexels-olly-3768168

Kecepatan Cinta: Mencari Kristus dalam Ketulusan

Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan
Yohanes 20:1-9

Maria Magdalena datang ke makam dalam kegelapan, digerakkan oleh cinta yang tulus kepada Tuhan. Ia berlari dengan “kecepatan cinta”, namun belum memahami sepenuhnya misteri kebangkitan. Kita belajar bahwa cinta kepada Kristus selalu mendorong kita untuk bertindak—untuk mencari, melayani, dan peduli—bahkan ketika pemahaman kita belum sempurna. Seperti Maria, kita sering melayani dengan hati yang baik, tetapi masih diliputi keterbatasan, emosi, atau ketakutan. Namun justru dalam ketulusan itu, Tuhan hadir dan menerima kita apa adanya.

 

Ada sebuah kisah nyata dari seorang relawan sederhana di sebuah kota kecil di Indonesia. Ia setiap minggu mengunjungi seorang lansia yang hidup sendirian dan sakit-sakitan. Ia tidak memiliki kemampuan medis, tidak tahu harus berkata apa, dan sering merasa kunjungannya tidak berarti. Ia hanya datang, membersihkan rumah sederhana itu, memasakkan makanan, dan duduk menemani dalam diam. Suatu hari, lansia itu berkata pelan, “Terima kasih… setiap kali kamu datang, saya merasa Tuhan belum meninggalkan saya.” Saat itulah relawan itu sadar bahwa kehadirannya yang sederhana, yang ia anggap tidak berarti, ternyata menjadi tanda kasih Tuhan yang nyata. Ia tidak memahami sepenuhnya apa yang ia lakukan, tetapi cintanya telah membawa kehadiran Kristus bagi orang lain.

 

St. Vinsensius mengajarkan bahwa kasih harus terus dimurnikan oleh iman dan diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama kepada mereka yang miskin dan menderita. Maria Magdalena akhirnya berjumpa dengan Kristus yang bangkit ketika ia tetap setia mencari-Nya. Demikian pula kita: dalam pelayanan kepada sesama—di tengah kebingungan, kelelahan, atau ketidakpastian—Tuhan menemui kita dan memperdalam iman kita. Kebangkitan bukan hanya misteri yang dipahami, tetapi pengalaman kasih yang mengubah hati, sehingga kita semakin mampu melihat Kristus dalam diri sesama dan melayani dengan cinta yang lebih murni, rendah hati, dan penuh harapan.

Category: