Dipanggil untuk Saling Menopang

pexels-onuryumlu-35978923

Dipanggil Untuk Saling Menopang

Peringatan Wajib St. Agata, Perawan dan Martir
Markus 6:7-13

Yesus mengutus murid-murid dengan bekal yang sangat minimal. Mereka diminta untuk bergantung sepenuhnya pada Allah dan pada keramahtamahan orang-orang yang mereka jumpai. Misi bukan tentang kemampuan pribadi, melainkan tentang kepercayaan dan ketaatan.


Diutus berdua-dua, para murid belajar bahwa pewartaan Injil adalah perjalanan bersama. Tidak ada misionaris yang berjalan sendiri. Kita dipanggil untuk saling menopang, saling menguatkan, dan berjalan bersama dalam perutusan.


Hari ini kita diajak bertanya: di mana Tuhan mengutus aku? Dalam keluarga, komunitas, tempat kerja, atau lingkungan sekitar? Mungkin bukan dengan kata-kata besar, tetapi melalui
kesetiaan, kehadiran, dan kasih yang nyata. St. Vinsensius pun mengajarkan kepada para pengikutnya untuk saling mendukung dan berkolaborasi dalam pelayanan, selalu melibatkan orang lain. 


Hari ini Gereja memperingati St. Agata. Agata adalah putri seorang bangsawan kaya yang berkuasa di Palermo atau Catania, Sisilia. Penderitaannya sebagai seorang Martir berawal pada masa pemerintahan kaisar Decius (249-251). Penderitaan itu berawal dari peristiwa penolakannya terhadap lamaran Quintianus, seorang pegawai tinggi kerajaan Romawi. Ia menolak lamaran itu karena ia telah berjanji untuk tetap hidup suci di hadapan Tuhan. Akibatnya ia ditangkap dan dipenjarakan dengan maksud untuk mencemari kesuciannya. Semua usaha picik itu sia-sia belaka. Dengan bantuan rahmat Tuhan, Agata tetap menunjukkan dirinya sebagai mempelai Kristus yang teguh dan suci murni. Dalam siksaan yang diterimanya Agatha berdoa dengan lirih; “Tuhan Allah, Penciptaku, Engkau telah melindungi aku sejak masa kecilku. Engkau telah menjauhkan aku dari cinta duniawi dan memberiku ketabahan untuk menderita. Sekarang, terimalah jiwaku.” Agatha wafat sebagai martir di Catania, Sisilia, pada tahun 250. Kegigihannya mempertahankan iman, menjadi teladan bagi kita untuk juga mempertahankan iman kita dalam tugas perutusan yang kita terima dan menjauhkan kita dari cinta duniawi. 


Marilah berdoa,Tuhan, utuslah aku sesuai kehendak-Mu, dan ajar aku melayani dengan rendah hati”.

Category: