
Kesatuan dalam Doa
Hari Biasa Pekan Paskah VII
Yohanes 17:20-26
Pasti kita sering mendengarkan lagu ”Di doa Ibuku, namaku disebut”. Lagu tersebut mengandung ungkapan terima kasih seorang anak karena doa Ibunya untuk dirinya. Seorang Ibu pasti menginginkan anak-anaknya agar memperoleh berkat dari Tuhan. Kerinduan ini yang disampaikan seorang Ibu dalam doa-doanya. Apapun bentuk permohonan untuk anak-anak yang dikasihinya itu, pasti demi kesejahteraan dan kebahagiaan anak-anaknya.
Bacaan Injil hari ini kita mendengar Doa Yesus bagi para murid-Nya. Dalam doa-Nya Yesus mengatakan supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (ay 22). Dalam doa-Nya, Tuhan Yesus mendoakan para rasul agar selalu bersatu dalam diri-Nya dan juga Bapa. Di akhir doa-Nya, Tuhan Yesus mengucapkan supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.
Saudara-saudari yang terkasih, doa yang diucapkan Yesus untuk para murid-Nya merupakan kerinduan Yesus agar para murid dapat selalu bersatu dalam mewartakan Kabar Gembira.
Harapan Yesus tentulah tidak harapan kosong, karena Yesus tahu bahwa para murid nanti akan memikul salib dalam tugas perutusannya. Kesatuan yang Tuhan Yesus maksud juga dalam doa-Nya tidak hanya untuk para murid, tetapi juga untuk kesatuan Gereja. Harapan akan kesatuan Gereja sudah Yesus inginkan sebelum kenaikanNya ke surga. Sebagai penutup doa-Nya Tuhan Yesus juga menekankan kasih yang menjadi ciri khas selama hidup-Nya di dunia. Kasih itu diharapkan tinggal bersama dengan para murid dan juga dapat mereka wartakan.
Saudara saudari terkasih St. Vinsensius dalam pelayanannya selalu berharap akan rahmat Tuhan, dia mengalami betapa besar KASIH Tuhan sehingga kasih vinsensius juga berkobar kobar, menyala dan tidak pernah redup melayani mereka yang sangat membutuhkan uluran tangannya. Menurutnya bekerja sendirian tidak akan sanggup maka Vinsensius berkolabirasi dengan banyak orang agar bisa melayani dengan baik. Inilah tanda bahwa KASIH itu tinggal dalam diri Vinsensius. KASIH yang mempersatukan disi Vinsensius dengan Allah yang memanggilnya.
Saudara-saudari yang terkasih, harapan dan doa-doa Yesus tidak berhenti sampai kepada para murid-Nya. Melalui baptisan yang telah kita terima, segala harapan yang Yesus doakan diteruskan kepada kita saat ini. Kita senantiasa mempertahankan kesatuan kita dalam Yesus melalui tugas perutusan kita masing-masing. Tentu kesatuan ini haruslah berlandaskan kasih Allah yang telah Dia tinggalkan di dunia ini.