
Flexing?… No!
HARI RABU ABU
Matius 6:1-6,16-18
Dalam kotbah di bukit, ada dua pesan penting dari Yesus kepada para murid-Nya, yaitu “janganlah…” dan “hendaklah…” yang keduanya adalah ajaran dan nasehat Yesus jika dilakukan dan ditaati akan membawa keselamatan. Yesus menghendaki agar para murid melakukan dan mentaati perintah Tuhan dengan kemurnian hati, seperti melakukan doa, berderma dan berpuasa yang merupakan bagian dari pendewasaan rohani.
Apa yang dinasehatkan Yesus kepada para murid-Nya sebenarnya juga ditujukan kepada kita khususnya pada hari ini saat kita memasuki masa Prapaskah. Hari ini kita diingatkan lagi, bahwa masa Prapaskah adalah kesempatan untuk melihat dan mengevaluasi diri, bagaimanakah hidup doa kita, puasa dan matiraga kita, sikap dan tindakan kita dalam kehidupan bersama dengan orang lain? Apakah setiap tindakan melakukan perintah Tuhan, kita masih dikuasai oleh hal-hal yang tersembunyi yakni kesombongan, cenderung pamer supaya dilihat dan dipuji orang? Dalam buku Jalan Vinsensian, St.Vinsensius mengatakan: “Kita harus berjuang tanpa henti untuk memperoleh keutamaan kerendahan hati dan menjadi semakin sempurna dalam penghayatannya, dan terutama harus berjaga-jaga terhadap segala pikiran yang dijiwai kesombongan, ambisi, dan kecongkakan.”
Melihat dan bercermin diri dengan sungguh-sungguh akan menjadi jalan penyucian bagi kita dan dengan pertolongan-Nya, kita dimampukan untuk menjalin kedekatan dengan Tuhan lebih mendalam. Kedekatan kita di dalam-Nya menyadarkan kemanusiaan kita yang sesungguhnya yang tak terpisah dari keterbatasan dan kelemahan. Selalu dalam kesadaran, rahmat pertobatan dialirkan dan akhirnya segala sesuatu yang kita lakukan hanya demi kemuliaan Tuhan.