
Anggur Yang Baru Disimpan Dalam Kantong Kulit Yang Baru
Peringatan Santa Teresa dari Kalkuta
Lukas 5:33-39
Orang Farisi mempertanyakan praktik berpuasa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus diperbandingkan dengan murid-murid Yohanes dan murid-murid mereka.
Yesus menjelaskan mereka dengan perumpamaan. Tidak mungkin secarik kain dari baju yang baru untuk menambal baju yang sudah tua. Demikian juga anggur yang baru tidak mungkin ditaruh pada kantong kulit yang lama karena pasti akan koyak. Anggur yang baru harus ditaruh pada kantong kulit yang baru.
Yesus tidak datang hanya untuk menambal hidup kita yang lama, tetapi untuk memberikan kehidupan yang sama sekali baru. Iman yang sejati bukan sekadar menempelkan kebiasaan rohani baru di atas hidup lama, melainkan membiarkan hati diubah seluruhnya. Hidup baru dalam Kristus memerlukan hati yang diperbarui, terbuka pada perubahan, mau dibentuk, dan siap menampung karya Roh Kudus yang dicurahkan ke dalam hati kita.
Meski demikian, Yesus juga tahu bahwa manusia sering lebih nyaman dengan yang lama. Manusia cenderung menyukai yang sudah biasa. Kebiasaan lama terasa aman, meski kadang tidak lagi memberi kehidupan. Yesus tahu betapa sulitnya membuka hati bagi hal baru yang berasal dari Allah karena kita sering lebih percaya pada sesuatu yang sudah nyaman dan terbukti di masa lalu. Namun, jika kita menutup hati, kita akan kehilangan rahmat pembaharuan yang Tuhan berikan. Marilah kita terus membaharui hidup kita agar hidup kita semakin berkenan kepada Allah.