Penghakiman

pexels-stasknop-1150618

penghakiman

Hari Minggu Prapaskah V
Yohanes 8:1-11

Salah satu kecenderungan manusia adalah mudah menghakimi dan mengadili sesama baik dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan. 

Injil hari ini mengisahkan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi menghakimi kesalahan dan dosa perempuan yang kedapatan berzina. Memang, perempuan itu berdosa dan bersalah, tetapi perlakukan dari para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang seolah-olah suci sendiri itulah yang dikritik Yesus melalui cara-Nya yang diam dan kemudian berkata, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Kita lihat, mereka sadar sehingga pergilah satu per satu urut dari yang tertua, yaitu dari yang paling banyak dosanya. Pada akhir kisah, Yesus pun tidak menghakimi, malah mengampuni sambil berkata agar perempuan itu tidak berbuat dosa lagi.


Beato Frederic Ozanam, pendiri SSV ketika pergi mengunjungi rumah orang-orang miskin, duduk mendampingi mereka yang sekarat, merasakan sikap dingin dan acuh tak acuh, memahami mereka dan tidak menghakimi. Ozanam hadir memberi rasa damai dan harapan, mendengarkan dan memberikan saran-saran pembaharuan, dan sedikit meringankan penderitaan mereka melalui perjumpaan pribadi ini. 


Mari kita meneladani semangat vinsensian ini untuk tidak mudah menghakimi seperti juga yang diteladankan oleh St. Vinsensius dalam karya kasihnya untuk para petani miskin, budak Galley, anak-anak terbuang, orang sakit yang tak terawat, para pelacur dan penjahat agar semakin hari kita sendiri berkenan di hadapan Tuhan dan orang miskin. “Usahakanlah sekuat tenaga agar anda semakin berkenan baik di hadapan Tuhan maupun di hadapan orang miskin.” (DBSV III, 76 – SV VI, 42 – 25 Juli 1656)

Category: