Setia pada Kebenaran

pexels-lachlan-ross-5967896

Setia Pada Kebenaran

Peringatan Wajib St. Paulus Miki
dan Kawan-kawan (Martir)
Markus 6:14-29

Yohanes Pembaptis mati karena keberaniannya mengatakan kebenaran. Herodes tahu bahwa Yohanes benar, tetapi ia lebih memilih menyelamatkan gengsi dan kekuasaannya. Ketakutan dan ambisi membuat hati menjadi tumpul terhadap suara kebenaran.

 

Kesetiaan pada Tuhan tidak selalu membawa kenyamanan, tetapi selalu membawa makna dan kedalaman hidup. Yohanes mungkin kehilangan nyawanya, tetapi ia tidak kehilangan imannya.

 

Kisah hidup St. Paulus Miki yang kita peringati hari ini tidak jauh dengan kisah St. Yohanes. Paulus Miki adalah seorang Yesuit, yang dengan berani mengajarkan iman Katolik di Jepang meskipun harus menerima penganiayaan. Seperti Yohanes Pembaptis, Paulus Miki tahu bahwa mewartakan kebenaran bisa membawa penderitaan, tetapi ia tidak mundur. Paulus Miki dan 25 orang lainnya ditangkap dan dihukum mati. Mereka disalibkan karena iman mereka. Dalam penderitaan itu, mereka tidak membalas dengan kebencian, bahkan dari atas salibnya Paulus Miki terus berkhotbah guna meneguhkan iman kawan-kawannya. Akhirnya lambung mereka ditusuk tombak hingga mati pada tahun 1597.

 

Injil hari ini menantang kita untuk jujur: apakah kita berani setia pada kebenaran meskipun tidak nyaman? Ataukah kita lebih memilih diam demi keamanan diri?
Marilah berdoa, “Tuhan, kuatkan kami agar setia pada kebenaran, apapun resikonya”.

Category: