SALIB Jalan Keselamatan

handmade-wooden-cross-sky

SALIB Jalan Keselamatan

HARI SESUDAH RABU ABU
Lukas 9:22-25

Hari ini, Yesus mengenalkan diri-Nya kepada para murid sebagai Anak Manusia. Pernah, dalam Injil Markus 4:61, seorang Imam besar bertanya kepada-Nya, katanya: Apakah Engkau Mesias, Anak Allah yang Mahatinggi? Selanjutnya (ayat 62) Yesus menjawab Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia …” Dia mengenalkan diri sebagai Anak Manusia, yang artinya bahwa Dia Mesias,  Dia adalah manusia sejati. Sebagai manusia sejati, Yesus tahu kehendak Bapa terhadap diri-Nya sebagai Putera, yakni harus menanggung penderitaan, ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli taurat lalu dibunuh dan bangkit pada hari ketiga. 

 

Ketika Yesus mengatakan seperti itu, mungkin para murid belum mengerti atau bertanya-tanya dalam hati apa maksud perkataan Yesus, ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal diri dan memikul salibnya setiap hari…” Para murid yang setia mengikuti Yesus kemana-mana dan terlibat dalam tugas pewartaan, tentunya juga belum semuanya memiliki pemahaman yang jelas bagaimana sejatinya mengikut Yesus. Para murid yang dipanggil untuk mengikuti Dia sebagai pribadi yang profesinya berbeda-beda dan motivasi diri yang beragam pula. Syarat atau keharusan bagi yang mau mengikuti-Nya dikatakan oleh Yesus sebagai perkataan yang keras, tegas dan menantang, prasyarat harga mati. Bagi para murid, mengikut Yesus berarti ‘menjadi murid-Nya’, ‘menjadi pengikut-Nya’ pergi kemana-mana bersama Dia, tinggal bersama dengan Dia dan belajar hidup seperti Dia. Konsekuensi yang harus ditanggung oleh para murid menjadi jelas, mengorbankan dan meninggalkan keluarga, pekerjaan/profesinya, relasi-relasinya, dsb. 

 

Bagi kita, yang menyatakan diri sebagai pengikut Kristus dan hidup di lingkaran kemuridan Yesus, apakah semangat menyangkal diri dari (kesenangan, dorongan ambisi, keinginan-keinginan duniawi, dsb.) sudah semakin menjadi komitmen hidup kita? Siap dan beranikah kita memanggul salib kehidupan kita, yakni kesediaan menerima penderitaan, pengorbanan, berani untuk tetap setia? Kita akan mampu menyangkal diri dan memikul salib hidup, apabila kita jika tidak jemu-jemu memohon bantuan dan rahmat Tuhan. Dalam kesempatan lain, St.Vinsensius berdoa memohon semangat bermatiraga, demikian: …Ya Yesus ajarilah kami mengikuti Engkan untuk berani menghadari dengan tegar godaan-godaan dalam hidup kami dan memanggul salib kami setiap hari. Tuhan, semoga kami yang boleh ambil bagian dalam salib penebusan-Mu, beroleh bagian pula dalam kemuliaan Kerajaan-Mu

Percayakah kita syarat yang diberikan oleh Yesus kepada kita akan berbuah keselamatan?

Category: