
pengampunan
Hari Biasa Pekan Prapaskah V
Yohanes 8:1-11
Mengampuni adalah kata yang mudah diucapkan namun terasa sulit untuk dilakukan. Seringkali kita mengucapkan saya mengampuni tetapi di hati masih ada perasaan marah, iri, sakit hati, dan bahkan dendam. Perasaan negatif ini menjauhkan kita dari rasa damai dan kita cenderung jatuh dalam dosa yang sama terus-menerus. Kita pada akhirnya membutuhkan rahmat kerahimanNya agar kita pun diampuni.
Yesus dalam Injil hari ini memberi teladan dalam hal mengampuni. Yesus mengampuni perempuan yang kedapatan berzina. Yesus berkata, “Pergilah, dan mulai dari sekarang jangan berbuat dosa lagi.” (Yoh 8:11).
St. Vinsensius memberi kita teladan bukan hanya mengampuni tetapi juga mendoakan. Suatu ketika St. Vinsensius dituduh seorang hakim teman sekamarnya mencuri uangnya. St. Vinsensius sedang sakit dan harus berbaring di tempat tidur. Pembantu apotik yang mengirim obat mencuri uang 400 ecus itu. Sang hakim menuduh Vinsensius mencuri, mengusir dan mengumumkan ke teman-temannya dan pejabat gereja bahwa Vinsensius mencuri. Vinsensius dengan sabar menerima semua ini, mengampuni sang hakim dan pembantu apotik serta mendoakannya. Enam tahun kemudian kebenaran terungkap ketika sang pencuri tertangkap karena perbuatan kriminal lain di Bordeaux dan mengakukan pada hakim perbuatannya 6 tahun yang silam. Sang hakim menyesal luar biasa dan menulis kepada Vinsensius untuk mengampuninya dan bersedia datang ke Paris bila Vinsensius belum mengampuninya untuk berlutut di depan umum dengan beban di lehernya. Vinsensius dengan murah hati mengampuninya.
Mari di masa prapaskah ini, kita menyadari betapa besar kerahiman Allah dalam hidup kita, menjadi pribadi yang mau memaafkan dan mengampuni, sungguh-sungguh bertobat dan menerima sakramen rekonsiliasi agar kita siap menyambut Paskah.