
RESIKO PEWARTA KEBENARAN
HARI BIASA
Markus 6:12-29
Sahabat Rehavin Terkasih, Salam dan Bahagia!
Gereja sejak awal mula dipenuhi dengan kisah pengorbanan para nabi dan martir yang harus menghadapi resiko pewartaan iman yakni kematian. Dalam kisah Injil hari ini, kita mendengar Yohanes Pembaptis, nabi Allah, pewarta kebenaran harus mengalami resiko dipenggal kepalanya. Sebuah pengorbanan yang harus diterima karena keberanian menyampaikan kebenaran di tengah kejahatan yang ada.
Kadang kita bertanya dalam hati, mengapa hal itu harus terjadi kepada seorang nabi. Kejahatan yang mengakar dalam hati manusia, melahirkan kebencian dan dendam dalam dirinya. Manusia yang hatinya dilingkupi kejahatan, cenderung terusik ketika ada orang yang berani mengusik kehidupannya yang kotor dan busuk. Ada godaan untuk melindungi kenyamanan egonya tanpa melihat kebaikan dan kebenaran dari orang lain.
Kita semua dipanggil menjadi pewarta kabar sukacita dan kebenaran Injil kepada siapa saja. Apakah kita sanggup menghadapi tantangan mengungkapkan kebenaran. Kita perlu belajar dan memohon rahmat keteguhan hati dan keberanian untuk selalu memberi kesaksian tentang kebenaran dalam hidup kita. Memang tidak mudah, tetapi kita pun harus belajar bersaksi tentang Injil sukacita dan kebenaran dalam keluarga, lingkungan, komunitas, dan masyarakat luas. Berkat Tuhan berlimpah.