
Hati Yang Berbelas Kasih
Peringatan Wajib Beata Rosalie Rendu
Markus 6:30-34
Yesus mengajak murid-murid untuk beristirahat, tetapi ketika melihat orang banyak yang terlantar, hatiNya tergerak oleh belas kasih. Ia melihat mereka bukan sebagai beban, melainkan sebagai domba tanpa gembala. Maka Ia mulai mengajar mereka banyak hal. Belas kasih Yesus bukan sekadar perasaan iba, tetapi dorongan untuk hadir, menemani, dan memberi arah hidup. Semangat inilah yang hidup dalam diri Beata Rosalie Rendu, seorang Puteri Kasih yang melayani kaum miskin di daerah Mouffetard, Paris. Ia hidup di tengah orang-orang yang lapar, sakit, tersingkir, dan kehilangan harapan seperti domba tanpa gembala. Rosalie tidak menjauh atau hanya merasa kasihan; ia tinggal bersama mereka, mendengarkan jeritan mereka, dan menanggapi kebutuhan nyata dengan kasih yang konkret.
Seperti Yesus yang “tidak jadi menyendiri” karena melihat kebutuhan orang banyak, Beata Rosalie pun sering mengorbankan kenyamanan dan keamanan pribadi. Ia masuk ke lorong-lorong gelap kemiskinan, bahkan ke tengah kekerasan revolusi, demi menyelamatkan dan melindungi mereka yang lemah. Melalui kehadirannya, orang miskin merasakan bahwa mereka tidak sendirian dan tidak dilupakan Allah. Kesetiaannya bukan tanpa resiko, tetapi ia percaya bahwa kasih yang berakar dalam Kristus selalu lebih kuat daripada ketakutan.
Yesus juga mengajarkan keseimbangan antara istirahat dan pelayanan. Belas kasih sejati lahir dari hati yang terhubung dengan Allah. Tanpa doa dan keheningan, pelayanan bisa menjadi rutinitas kosong. Begitu pula sebaliknya tanpa belas kasih, doa kehilangan wujud nyata.
Hari ini Injil mengajak kita untuk bertanya: apakah kita mau membiarkan hati kita tergerak oleh belas kasih, seperti Yesus dan Beata Rosalie? Mungkin kita tidak dapat mengubah dunia, tetapi kita selalu bisa menjadi gembala kecil yang hadir, peduli, dan setia menemani mereka yang dipercayakan Tuhan kepada kita.
Marilah berdoa, “Yesus, ajar aku mencintai seperti Engkau mencintai: dengan hati yang berbelas kasih dan setia”.