
Percaya di Tengah Ketidakpastian
Pekan Biasa XIV
Matius 9:18-26
Salam Vinsensian!
Sahabat REHAVIN yang terkasih,
Siapakah dalam hidup ini yang belum pernah mengalami situasi sulit? Rasanya tidak ada satupun. Dalam Matius 9:18-26, kita menemukan dua cerita yang memiliki pesan mendalam: seorang ayah yang putus asa mendatangi Yesus, dan seorang wanita yang telah sakit bertahun-tahun tetapi tetap memiliki harapan. Ayah tersebut percaya, meskipun anaknya sudah meninggal. Dia datang dengan keyakinan yang besar: “Tolonglah anakku, agar dia bisa hidup kembali.” Demikian juga, wanita yang sudah menderita selama 12 tahun itu berani mengulurkan tangannya dan percaya bahwa hanya dengan menjamah jubah Yesus, ia bisa disembuhkan.
Dua kisah di atas menggambarkan bahwa masing-masing dari kita pernah mengalami paling tidak satu situasi sulit. Kita barangkali pernah berada dalam situasi di mana tidak ada harapan: sebuah perkawinan di ujung perpecahan, penderitaan karena sakit yang berat, utang dan beban keluarga, atau krisis iman yang berkepanjangan. Namun melalui kisah ini, Yesus mengingatkan kita untuk tidak pernah berhenti percaya. Terkadang keajaiban terjadi ketika kita berani melangkah dan beriman, meskipun keadaan terasa tidak mungkin. Santo Vinsensius pernah berkata,” Kita harus memasrahkan diri kepada Allah dalam segala situasi dan berharap agar kehendak-Nya terlaksana.” (DBSV III, 39-SV IV, 280-29 November 1651)
Apapun persoalan yang kamu hadapi hari ini, jangan ragu untuk datang kepada Yesus meskipun dengan iman yang sederhana. Dia memiliki kuasa untuk melakukan segala sesuatu, sekalipun itu mustahil bagi kita.