Mengikut Yesus untuk Menjadi Saksi Kasih

pexels-pixabay-247487

Mengikut Yesus untuk
menjadi saksi kasih

Hari Biasa Pekan Paskah VII
Yohanes 21:20-25

Dua orang gadis sudah tamat sekolah dari SMA bingung menentukan kemana pilihan sesungguhnya yang dirasa tepat dan cocok untuk masa depannya, yang membuat dia bahagia dan bersukacita. Dua orang gadis sekampung sama-sama tamat dari sekolah yang sama. Dalam perbincangan mereka berdua, setelah tamat SMA akan masuk jadi suster. Gadis yang satu sungguh dari hatinya untuk menjadi suster tetapi gadis yang satu lagi ragu-ragu masih hanya motivasi ikut-ikutan. Disaat yang tepat Si Gadis yang serius itu dengan pasti memilih satu kongregasi yang dia rasa sangat cocok dengan hatinya dan dia pergi ke biara pilihannya. Satu tahun lamanya dia menjalani masa postulan dan akhirnya diterima masuk novis, sementara Si Gadis satu lagi menunggu informasi apakah temannya itu hidup bahagia menjadi suster. 


Petrus dipanggil Yesus hanya sekali untuk ikut menjadi penjala manusia dari penjala ikan dan Petrus dengan semangat ikut Yesus, namun dalam perjalanan waktu ketika Yesus dihadapkan pada kehidupan yang sangat ngeri dengan segala siksaan, ternyata Petrus berani menyangkal Yesus sebagai gurunya dihadapan para algojo dan para imam kepala. Meskipun Petrus sudah menyangkal Yesus sebagai gurunya, namun Yesus tetap memanggil Petrus agar tetap mengikuti Dia untuk menjadi saksi akan KASIH yang sudah diwariskan Yesus kepadaNya. 


Saudara saudari terkasih, kita semua adalah yang dipanggil oleh Yesus dalam satu baptisan. Panggilan kita semua adalah Istimewa dihadapan Tuhan. Entah itu panggilan sebagai ibu atau ayah dalam keluarga dan sebagai biarawan dan biarawati. Mengikuti panggilanNya tidak mudah. Seperti Petrus sendiri, Yesus sudah memilih dia menjadi sahabat Istimewa dalam perjalanan Yesus, tetapi pada kenyataannya Petrus berkhianat, namun ia menyesal kembali dan mau berbalik kepada Yesus. Penyesalan Petrus menjadi bentuk pertobatan untuk kembali kepada Yesus yang sungguh dia kagumi dan dianggap sebagai yang diutus Allah. Kita juga diharapkan demikian, jatuh dalam dosa tetapi tetap kembali kepada Yesus Maha Pengampun sehingga kita bisa menjadi pewarta kabar gembira, mejadi saksi nyata bahwa betapa Tuhan sangat mengasihi kita yang kembali kepadaNya.

Category: