
Allah Ada di Tengah Kesibukan Kita
Peringatan St. Perawan Maria, Ratu Rosario
Peringatan Bt. Giuseppe Toniolo, S.S.V.P.
(Orang Kudus Vinsensian)
Luk 10:38-42
“Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”
Sahabat Vinsensian yang terkasih,
Perkataan Tuhan ini keras bagi kemanusiaan kita. Mungkin kita juga pernah berpikir yang sama seperti Marta, kita jatuh pada penilaian dan penghakiman kepada orang lain.
Injil hari ini mengajak kita untuk tidak khawatir dan menyusahkan diri pada banyak perkara, tidak cepat memberikan penilaian, prasangka atau berprediksi pada tindakan orang lain. Kita diajak untuk berpikir sederhana terhadap segala sesuatu dan lebih dari pada itu kita memberi makna pada setiap peristiwa hidup kita.
Ketika kita merasa lelah, merasa sendirian, merasa orang lain tidak peduli dengan kita, kita bisa datang pada Tuhan untuk meletakkan seluruh persoalan dan perasaan kita di tangan Tuhan. Kita menyatukannya dengan penderitaan Tuhan sendiri, ketika Dia lelah berjalan menuju puncak Golgota, ditinggalkan para murid-Nya, menanggung rasa sakit dari luka-luka salib-Nya. Dia yang adalah Tuhan, rela menderita dan melakukan semua itu demi kasih dan keselamatan manusia.
Seorang Suster Puteri Kasih berkata kepada Vinsensius saat itu, “Ada begitu banyak hal yang harus dilakukan, begitu banyak pekerjaan rumah tangga, begitu banyak pelayanan di kota dan di pedesaan; Ada pekerjaan di mana-mana; Apakah kita harus meninggalkan semua itu hanya untuk memikirkan Allah?”
Vinsensius menjawab: “Tidak, tetapi kita harus menguduskan aktivitas-aktivitas itu dengan mencari Allah di dalamnya, dan melakukannya untuk menemukan Allah, daripada sekadar menyelesaikannya begitu saja.”
Sahabat Vinsensian yang terkasih, kita bisa memberi makna pada setiap tindakan yang kita lakukan. Hidup kita, pelayanan kita adalah pesembahan bagi Tuhan. Mari kita tetap tinggal di dalam Tuhan, dan membangun relasi personal dengan-Nya di tengah kesibukan kita setiap hari. Dengan menjaga keheningan batin, tenggelam di dalam hati Tuhan seperti Maria, akan membantu kita untuk lebih peka mendengarkan apa yang menjadi kehendak Tuhan melalui peristiwa hidup kita dan hidup kita akan lebih bermakna. Tuhan memberkati.