Kehendak Bapa

pexels-joshsorenson-59513

kehendak bapa

Hari Biasa Pekan Prapaskah V
Yohanes 8:21-30

Melakukan kehendak Bapa-Nya adalah perutusan Yesus yang utama. Bapa selalu menyertai Yesus dan tidak membiarkan Yesus sendirian hingga  di saat-saat terakhir hidup-Nya wafat di Kayu Salib. “Dan Ia yang telah mengutus Aku, menyertai Aku! Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (Yoh 8:29).


Kita sebagai pengikut Kristus harus berusaha menyelaraskan kehendak pribadi kita dengan kehendak Bapa dalam hidup sehari-hari. Iman, pengharapan dan kasih kita harus teguh. Tetap percaya kepada-Nya dalam segala kondisi walaupun jatuh bangun dan butuh perjuangan, memikul salib kehidupan. 


St. Vinsensius mengatakan, “Kebahagiaan kita  terletak pada salib sebagaimana Tuhan Yesus tidak mau masuk dalam kemuliaan-Nya kecuali melalui banyak pengalaman pahit.” (DBSV III, 110 – SV VII, 232 – 10 Agustus 1658). Bila kita selalu bersatu denganNya, Dia tidak akan membiarkan kita sendirian, bahkan sampai saat kita berpulang nanti. “Tidak mungkin kita sampai di Surga kecuali melalui penderitaan. Inilah aturan umum. Tetapi tidak berarti bahwa semua orang yang menderita akan memperoleh keselamatan, melainkan mereka yang menderita dengan senang hati demi kasih kepada Yesus Kristus.” (DBSV III, 113 – SV VII, 240 – 24 Agustus 1658)

Category: