Garam dan Terang

pexels-jan-van-der-wolf-11680885-17254695

Garam dan Terang

Hari Minggu Biasa V
Matius 5:13-16

Dalam bacaan pertama, Nabi Yesaya menegaskan bahwa iman yang sejati tidak cukup berhenti pada doa semata tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan. Kita perlu menjadi terang bagi banyak orang terutama orang miskin. Bentuk nyata yang diajak oleh nabi Yesaya untuk menjadi terang ialah membagikan makanan kepada mereka yang lapar dan menerima orang miskin yang tidak punya rumah serta memberi pakaian kepada mereka yang telanjang.


Dalam bacaan Injil, Yesus juga mengundang kita untuk menjadi garam dan terang dunia. Kita dipanggil untuk memberi rasa bagi mereka yang merasa hidupnya hambar dan cahaya untuk menerangi mereka yang berada dalam kegelapan. Suatu gambaran yang menunjukkan bahwa sebagai orang Kristiani, kita dipanggil untuk membawa sukacita kepada mereka yang terluka dan pengharapan kepada mereka yang putus asa. 


St. Vinsensius pun pernah berpesan bahwa bila engkau sedang berdoa dan orang miskin datang kepadamu maka tinggalkanlah doamu lalu jumpailah orang miskin tersebut karena engkau sedang menjumpai Tuhan dalam diri orang miskin. Tindakan inilah yang diinginkan Tuhan dimana kita menjadi garam dan terang kepada mereka yang membutuhkan. Di tengah dunia yang semakin haus dengan kedamaian, keadilan, ketenangan dan kesejahteraan ini, kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang yang memberi rasa dan pengharapan kepada kepada banyak orang terutama mereka yang miskin papa. Kita diajak untuk menjadi pribadi yang semakin berkualitas, yang mampu memberi makna kepada orang lain sehingga banyak orang memuliakan nama Tuhan melalui kehadiran kita. Amen.

Category: