Doa adalah Anugerah

pexels-mart-production-7219005

Doa adalah Anugerah

Hari Rabu Pekan Biasa XXVII
Luk 11:1-4

Sahabat Vinsensian yang terkasih,


Hari ini kita diajak bersama para murid untuk berkata kepada Yesus, “Tuhan, ajarilah kami berdoa.”  Para murid menyadari keterbatasan mereka dan mereka tahu kepada siapa harus datang. Mereka membiarkan pikiran dan hati mereka bergerak kepada Yesus, dan menempatkan diri dengan percaya sepenuhnya berada dalam tangan Tuhan. 


St. Vinsensius berkata,
“Biarkan diri Anda dipimpin oleh Tuhan. Dia akan mengarahkan segala sesuatu melalui Anda. Percayalah kepada-Nya dan ikuti teladan-Nya, selalu bertindak dengan rendah hati, lembut, dan dengan itikad baik.”


Doa adalah anugerah. Di dalam doa, kita dapat menjangkau Allah yang telah terlebih dulu menjangkau kita, sebab Allah mengasihi kita. Melalui doa Bapa Kami, Yesus mengarahkan kita untuk terus terhubung dengan kebaikan Allah yang menghendaki manusia hidup dalam kemuliaan-Nya dan menjadi sarana keselamatan bagi yang lain. Dia mengijinkan kita untuk ikut ambil bagian dalam rencana kasih-Nya. Dalam Doa Bapa Kami, ada sebuah harmoni yang diajarkan Yesus kepada kita. Keselarasan antara yang Ilahi dan manusiawi. Keselarasan itu hanya bisa terjadi ketika kita mau terbuka pada kehendak Bapa, hidup dalam kasih.
“Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.” (1 Yoh 4:21) 


Sahabat Vinsensian yang terkasih, mari kita terus terhubung dengan Allah melalui doa-doa kita dan memohon bantuan Ilahi, serta membuka diri terhadap gerakan Roh Kudus, “guru batin kita”. Tuhan memberkati.


“Doa adalah kitab suci yang agung bagi seorang pengkhotbah: darinya Anda akan menimba kebenaran ilahi dari Sabda Kekal, sumbernya, dan Anda pada gilirannya akan mencurahkannya kepada umat. Diharapkan semua Misionaris memiliki kecintaan yang mendalam terhadap kebajikan ini, karena tanpa bantuannya mereka tidak akan berbuat banyak atau bahkan tidak berguna sama sekali, tetapi dengan bantuannya, mereka pasti akan menyentuh hati. Saya memohon kepada Tuhan untuk menganugerahkan kita roh doa.”

(Vincentius de Paul)

Category: