
memelihara kekudusan
Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria
Matius 1:1-16
Pesta kelahiran Santa Perawan Maria kita rayakan sebagai peristiwa iman. Allah memilih seorang pribadi dan mempersiapkannya begitu rupa sehingga dia bisa hidup dalam rahmat dan kekudusan sejak awal, yang layak menjadi Ibu Yesus untuk mengatasi segala keturunan dan dosa. Selain kekudusan adalah sebuah anugerah, kekudusan juga membutuhkan tanggapan Maria sendiri. Maria memutuskan untuk hidup kudus dan menyerahkan diri pada karya keselamatan Allah yang terkadang tidak seperti yang direncanakannya.
Melalui pesta ini kita bisa belajar bahwa menjaga dan memelihara kekudusan adalah sebuah rahmat dan keputusan kita. Kekudusan menurut Santo Vincentius tidak terutama berarti tindakan-tindakan yang luar biasa atau mistik melainkan hidup dengan penuh kasih yang nyata dan pelayanan tanpa pamrih kepada sesama terutama kepada mereka yang miskin dan tersingkir. St. Vincentius percaya bahwa seseorang tidak dapat mengasihi Allah tanpa mengasihi sesama khususnya yang menderita. Kekudusan tidak terpisah dari dunia melainkan diwujudkan dalam tindakan konkrit kepada mereka yang membutuhkan.