Kebahagiaan Sejati

pexels-ja-atier-163643834-18054416

kebahagiaan sejati

Peringatan St. Efrem
Hari Selasa Pekan Biasa X
Matius 5:13-16

Saudara-saudari sahabat Rehavin yang terkasih dalam Kristus,

 

Sabda Bahagia terdengar aneh bagi dunia, bagaimana mungkin orang miskin yang berdukacita yang lapar dan haus akan kebenaran atau yang dianiaya justru disebut berbahagia? Yesus tidak sedang memuliakan penderita tapi menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari hati yang sepenuhnya bergantung pada Allah.

 

Orang yang miskin di hadapan Allah sadar bahwa hidupnya bukan ditopang oleh kekuatan harta atau prestasi, melainkan oleh rahmat dari Tuhan. Itu sebabnya mereka tetap memiliki harapan bahkan ditengah kesulitan.

 

Sahabat Vinsensian, Sabda Bahagia pertama-tama bukanlah ajakan untuk melakukan banyak hal bagi orang miskin, melainkan ajakan untuk memiliki hati yang miskin seperti Kristus, rendah hati, terbuka pada Tuhan dan peka terhadap sesama.

 

Santo Vinsensius memahami bahwa seseorang hanya dapat sungguh melayani ketika ia terlebih dahulu menyadari bahwa dirinya sendiri membutuhkan belas kasih Allah. Ketika hati kita dipenuhi dengan Sabda Bahagia, kita tidak lagi mengejar kebesaran menurut ukuran dunia, tetapi belajar menemukan sukacita dalam mengandalkan Tuhan, mengasihi dengan tulus, dan menghadirkan Kerajaan Allah ditengah kehidupan sehari-hari. Tuhan memberkati kita semua.

Category: