Bangkit dari Luka Penolakan

pexels-iriser-709689

Bangkit dari Luka Penolakan

Peringatan St. Fransiska Romana
 Lukas 4:24-30

Saudara-saudari terkasih

 

Setiap dari kita pasti pernah merasakan pedihnya ditolak. Saat kebaikan disalahpahami, ketulusan diabaikan, atau usaha kita tampak sia-sia. Luka penolakan sering kali lebih dalam daripada yang terlihat—menggetarkan hati dan menggoyahkan rasa percaya diri. Namun Injil hari ini mengingatkan kita bahwa penolakan bukanlah akhir. Ia justru bagian dari perjalanan hidup bersama Kristus. Yesus sendiri mengalami hal yang sama. Di Nazaret, Ia disambut dengan sinis dan penuh keraguan: “Bukankah Ia anak Yusuf?” Namun Yesus tidak berhenti di situ. Ia melangkah ke tempat lain, membawa terang, pengharapan, dan kasih bagi mereka yang siap menerima-Nya.

 

Ketika kita menghadapi penolakan, Tuhan memanggil kita untuk memiliki hati yang kuat. Tetap setia kepada-Nya, bukan mencari pengakuan manusia. Bangkitlah dan melangkah ke ladang baru, tempat kasih dan karya kita bisa berbuah. Percayalah, di balik setiap pintu yang tertutup, Tuhan menyiapkan jalan yang lebih indah. Jangan biarkan penolakan memadamkan semangat. Bawalah luka itu kepada Tuhan, serahkan rasa sakit dan kekecewaan. Biarkan kasih-Nya menenangkan, menyembuhkan, dan memulihkan hati kita. Bersama Kristus, tak ada luka yang sia-sia. Setiap penolakan dapat menjadi rahmat, dan setiap hati yang hancur bisa Ia ubah menjadi terang bagi dunia.

 

Mari kita percaya: bahkan saat dunia menolak, kasih Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia menuntun langkah kita, menguatkan hati yang rapuh, dan menjadikan hidup kita saksi bagi kemuliaan-Nya. Amin.

Category: