
yesus pedoman hidup
Hari Biasa Pekan Prapaskah V
Yohanes 8:51-59
Orang-orang Yahudi berusaha melempari Yesus dengan batu dan membunuh Yesus, tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah (Yoh 8: 59). Hal ini terjadi karena mereka salah paham terhadap Yesus. Mereka ini para pemuka Yahudi, termasuk imam Besar dan para guru Yahudi yang berpengaruh, yaitu orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Di mata mereka, Yesus tidak mungkin punya keterikatan dengan Abraham yang dipandang sebagai bapa bagi bangsa Israel. Mereka mengetahui dan mengenal Yesus tetapi tidak memahami Yesus dan ajarannya secara mendalam sehingga menolak kehadiran Yesus.
Bagaimana pengenalan kita akan Yesus? Apakah kita mengenal Yesus secara dekat atau kadang kita pun justru menolak ajaran-ajaran Yesus tanpa kita sadari?
St. Vinsensius mengajak kita para Vinsensian untuk menjadikan Yesus sebagai pedoman dan menghayati cara hidupNya. “Tuhan kita Yesus Kristus, yang telah memanggil kita untuk meneladan cara hidupNya, akan memberi kita bagian pada semangatNya dan pada akhirNya pada kemuliaanNya juga.” (SV III, 203 – 15 Juni 1647). “Ingatlah bahwa kita hidup dalam Yesus Kristus oleh kematian Yesus Kristus…dan agar mati seperti Yesus Kristus kita perlu hidup seperti Yesus Kristus.” (SV I, 295)