
Roh yang menghidupkan dan menguatkan iman
St. Yohanes dari Avila; St. Antonius dari Florence;
B. Damianus de Veuster
Yohanes 6:60-69
Petrus yang ditanya tiga kali oleh Yesus, “Apakah engkau mengasihi Aku?” dalam bacaan hari ini ternyata sebaelumnya Yesus pernah bertanya dengan pertanyaan lebih tajam, mak jleb, “Apakah kamu mau pergi juga?” Pertanyaan itu dilontarkan Yesus ketika banyak orang mulai meninggalkan-Nya karena ajaran dan perkataan-Nya tentang roti hidup, makan daging dan darah-Nya, yang dirasakan keras dan tidak masuk akal. Namun rupanya Petrus, Sang Batu Karang, mampu menjawab dengan tegas, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal. Kami telah percaya dan tahu bahwa Engkaulah Yang Kudus dari Allah.”
Kita sering dihadapkan pada kesulitan dan tantangan sebagai murid Yesus. Barangkali kita waktu kecil pernah di-bully bahkan dihindari oleh teman-teman kita karena kita Katolik. Tantangan sebagai murid Yesus tidak berhenti pada masa kecil saja, bahkan semakin dewasa kita, tantangan itu semakin besar, iman kita diuji. Ujian iman kita dalam bentuk yang sangat menggiurkan, seperti nama baik, jabatan, tugas dan pekerjaan, serta relasi. Barangkali Yesus selalu bertanya pada kita, “Apakah kamu mau pergi juga?” Kita mungkin sering merasa dan mengalami bahwa konsekuensi menjadi murid Yesus adalah berat namun perkataan Yesus yang keras tetap harus kita dengarkan karena di sanalah kita diluruskan dan dikembalikan pada yang benar.
Petrus memberikan inspirasi kepada kita tentang beriman yang benar, yaitu kuat dan bertahan dalam kesulitan dan tantangan. Ia tidak takut ditinggalkan oleh orang-orang yang takut dan tidak sanggup dengan ajaran Yesus. Mari kita membiarkan diri kita dikuasai oleh Roh Kristus yang memberi hidup.