
Benih Kasih dalam
Ketulusan Pelayanan
Hari Minggu Paskah II
Minggu Kerahiman Ilahi
Yohanes 20:19-31
Pelayanan kasih bukan sekadar rutinitas atau kewajiban moral, melainkan sebuah perjalanan batin yang menumbuhkan. Dalam realitas hidup yang sering kali melelahkan, kita terkadang merasa kecil dan bertanya-tanya “Apakah tindakan atau usaha kita memiliki arti?”. Namun, bersyukur atas pelayanan berarti menyadari bahwa setiap perhatian, waktu, dan tenaga yang kita curahkan adalah benih yang sedang dipersiapkan untuk berkembang, baik bagi orang lain maupun bagi kedewasaan jiwa kita sendiri.
Paulus berkata kepada jemaat di korintus demikian “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan” (1 Korintus 3:6). Ayat ini mengingatkan kita bahwa tugas utama manusia adalah menjadi saluran berkat yang setia. Kita tidak perlu terbebani oleh hasil akhir yang instan, karena pertumbuhan sejati adalah proses yang melibatkan campur tangan Tuhan.
Saat kita melayani dengan kasih yang tulus, kita sebenarnya sedang memberi ruang bagi Tuhan untuk bekerja. Pelayanan yang menumbuhkan adalah pelayanan yang dilakukan tanpa pamrih, yang pada akhirnya akan menghasilkan buah-buah kebaikan yang manis pada waktu-Nya.