
menjadi murid yesus yang
hidup tanpa topeng
Peringatan Orang Kudus Vinsensian
Bt. Luigi Bordino, SSC
Matius 23:13-22
Pernahkah kita tersenyum manis di depan orang, namun di dalam hati menyimpan keluhan atau kemarahan? Pernahkah kita melakukan kebaikan, tetapi diam-diam berharap ada yang melihat dan memuji? Tanpa sadar, kita mungkin memakai “topeng” yang menutupi hati kita yang sebenarnya.
Dalam Injil hari ini, Yesus menegur orang Farisi dan ahli Taurat dengan kata “Celakalah” — ungkapan yang biasa digunakan para nabi ketika umat menolak ajakan penuh kasih dari Allah untuk bertobat. Yesus menyebut mereka munafik, seperti aktor teater yang bisa memainkan berbagai peran di panggung, tetapi tidak sesuai dengan kehidupan nyata mereka. Inilah makna munafik: yang tampak di luar berbeda dari yang ada di dalam hati.
Menjadi murid Yesus berarti hidup dalam ketulusan, tanpa kepura-puraan. Doa, bacaan Kitab Suci, dan tindakan kasih hendaknya mengalir dari hati yang murni, bukan demi pandangan atau pujian orang lain. Yesus menjadi teladan kita dalam memberi — pemberian-Nya tidak pernah setengah hati, karena Ia memberikan diri-Nya seutuhnya bagi kita.
Hari ini, marilah kita memohon rahmat untuk melepaskan segala topeng rohani, agar apa yang kita lakukan sungguh mencerminkan hati yang mencintai Tuhan dan sesama.