Memurnikan Motivasi dalam Mencari dan Menemukan Yesus

IMG_6710

Memurnikan motivasi dalam
mencari dan menemukan Yesus

Hari Biasa Pekan Paskah III
Yohanes 6:22-29

Seorang anak kecil selalu menangis jika ditinggal oleh ibu, ayah, atau orang yang dekat yang memberi kenyamanan. Ada rasa cemas dan takut menghantui anak kecil itu ketika yang memberi kenyamanan itu meninggalkannya atau tidak terlihat oleh matanya. Kenyamanan yang didapat dari anak kecil tentu saja bisa berupa bermain bersama, disuapi ketika makan, digendong atau dininabobokkan ketika tidur, dan masih banyak kenyamanan yang diinginkan oleh anak kecil. Kenyamanan yang sangat harafiah tersebut bisa membangun kenyamanan batin dan mental jika didapatkan secara konsisten dan terus-menerus.


Banyak orang mengalami kenyamanan bersama Yesus karena mereka diberi pengajaran dan terlebih mereka bisa makan kenyang karena mukjizat penggandaan roti. Meskipun kenyamanan ini mungkin masih harfiah, yaitu bisa makan kenyang tanpa usaha, namun rupanya kenyamanan yang harfiah ini telah mulai merasuk menjadi kenyamanan batin dan memotivasi mereka untuk tidak pantang menyerah menemukan Yesus. Yesus menghargai usaha mereka namun Yesus perlu menegaskan motivasi mereka agar murni mencari dan mengikuti-Nya. Motivasi menemukan Yesus dan bertemu dengan-Nya tidak sekedar agar perut kenyang, namun karena sungguh percaya pada-Nya.


Kita menjumpai Yesus dalam pelayanan kita kepada orang-orang miskin bukan untuk mendapatkan kenyamanan harfiah, berupa pujian, relasi dengan para donatur, atau mendapatkan banyak hadiah dan ucapan terima kasih dari orang-orang yang berkepentingan dengan karya kita. Marilah kita mencari dan menemukan Yesus pada diri orang-orang miskin karena kita percaya pada-Nya yang memberi kita makanan yang bertahan sampai hidup kekal, yaitu kemampuan dan kekuatan untuk melakukan kehendak Allah.

Category: