
Makanan dari surga yang menyehatkan jiwa dan raga
Hari Biasa Pekan Paskah III
Yohanes 6:30-35
Makanan dan minuman adalah kebutuhan primer yang pasti dibutuhkan oleh setiap orang berenergi dan bertahan hidup. Namun makanan dan minuman pada zaman ini tidak hanya untuk menambah energi dan bertahan hidup, melainkan untuk kenikmatan dan gengsi. Mungkin itu juga yang menyebabkan banyak restoran baru begitu laris, asal sesuai kocek dan selera, pasti restoran itu akan dicari dan di-viralkan. Orang menjadi kurang peduli dengan makanan sehat untuk tubuh. Atau sebaliknya, ada orang-orang yang terlalu peduli dengan makanan sehat yang harus dibeli dengan kocek yang lebih banyak.
Hari ini kita diingatkan oleh Yesus tentang makanan dari sorga yang diberikan Allah pada saat bangsa Israel kelaparan di padang gurun, yaitu manna dari sorga. Yesus mengantar kita pada makanan dari sorga yang tidak hanya mengenyangkan perut seperti manna, atau menyehatkan tubuh dan menaikkan gengsi, namun ada makanan dari sorga yang membuat kita tidak akan lapar lagi. Makanan itu adalah Roti Hidup, yaitu Yesus sendiri. Yesus adalah makanan dari sorga yang tidak membuat kita lapar lagi. Tentu makanan ini bukan diartikan secara harfiah, namun secara spiritual.
Makanan dan minuman yang membuat kita tidak lapar dan haus lagi secara nyata kita dapatkan dalam perayaan Ekaristi dalam rupa roti dan anggur yang dipecah-pecahkan dan dibagi-bagikan. Kita yang telah makan dan minum dari Roti dan Air Hidup dipanggil untuk juga mau dipecah-pecahkan dan dibagi-bagikan untuk sesama yang miskin, tersingkir, terlantar, dan difabel yang kita layani. Artinya, kita mau memberikan diri kita secara optimal untuk pelayanan, yaitu dengan mengurangi keluhan, bersyukur, dan bersukacita dalam pelayanan. Datang dan percaya selalu pada Yesus, Sang Roti dan Ari Hidup.