Merawat Pribadi-pribadi yang Dibuang

pexels-aboodi-19664310

Merawat pribadi-pribadi
yang dibuang

Hari Biasa Pekan Paskah III
Yohanes 6:35-40

Pengalaman saya bersama dengan anak-anak difabel, membawa pada permenungan akan masa lalu mereka, terlebih penyebab ketunaan mereka. Sebagian banyak mereka menjadi cacat karena ibu hamil di luar nikah dan akibatnya terjadi percobaan aborsi. Kehadiran mereka tidak dikehendaki oleh orang tua dan keluarga besar orang tua mereka. Akibatnya mereka dibuang, disingkirkan, dan ditelantarkan, terlebih ketika mereka terlahir cacat karena percobaan aborsi yang gagal.


Sabda Yesus hari ini mengajak kita untuk percaya bahwa semua yang datang kepada-Nya tidak akan dibuang. Yesus tidak menghendaki kehilangan satu pun orang yang datang pada-Nya, maka Ia memberikan janji kepada setiap orang yang datang dan percaya pada-Nya, yaitu kehidupan kekal dan kebangkitan pada akhir zaman.


Kita dipanggil juga untuk peduli dan merawat anak-anak maupun orang-orang dewasa yang dibuang dan ditelantarkan oleh orang tua, keluarga, maupun masyarakat. Santo Vinsensius telah memberikan teladan dengan merawat bayi-bayi yang dibuang dengan melibatkan banyak orang untuk peduli dan mau merawat bayi-bayi tersebut. Tentulah kekuatan Santo Vinsensius datang dari iman akan Yesus. “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan siapa saja yang datang kepada-Ku ia tidak akan Kubuang.” Begitu pun Santo Vinsensius meneladan Yesus dengan tidak membuang bayi-bayi dan orang-orang miskin yang telah dibuang dan ditelantarkan oleh orang tua, keluarga, maupun masyarakat. Kita juga dipanggil untuk merawat pribadi-pribadi yang mengalami dibuang dan ditolak dalam kehidupan mereka dengan bersinergi dan menjalin networking.

Category: